Cerita Pendek
Seorang Anak yang Rindu dengan Ibunya
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak bernama Arga. Ia tinggal bersama neneknya karena ibunya harus bekerja di kota yang jauh untuk mencari nafkah. Setiap hari Arga selalu menunggu kabar dari ibunya, meski hanya lewat telepon atau pesan singkat.
Setiap sore, ketika matahari mulai tenggelam, Arga duduk di depan rumah sambil memandangi jalan desa. Dalam hatinya ia berharap, ibunya tiba-tiba muncul membawa senyum hangat dan pelukan yang ia rindukan. Namun, yang datang hanyalah angin sore yang membawa rasa sepi.
Arga sering melihat teman-temannya pulang sekolah dijemput oleh ibunya masing-masing. Ia tersenyum, tapi di dalam hatinya ia merasa iri. Ia sangat ingin merasakan hal yang sama.
Suatu malam, ketika Arga menatap bulan dari jendela kamarnya, ia berbisik lirih, “Ibu, Arga rindu sekali. Semoga ibu cepat pulang. Arga janji akan rajin belajar dan menjadi anak yang membanggakan.”
Beberapa minggu kemudian, ibunya benar-benar pulang. Arga berlari sekuat tenaga, memeluk ibunya erat-erat, dan air mata kebahagiaan pun mengalir di pipinya. Rasa rindu yang selama ini ia pendam akhirnya terobati.
Sejak saat itu, Arga belajar bahwa rindu adalah tanda kasih sayang yang tulus. Walaupun jauh, doa dan cinta seorang ibu tidak pernah pergi dari hati anaknya.
Komentar
Posting Komentar